Penyakit Paru Paru Basah Dan Cara Mencegahnya

18 Gejala Paru-Paru Basah dan Cara Mengobatinya

Penyakit paru-paru basah atau pneumonia adalah sebuah peradangan yang terjadi di dalam jaringan paru-paru baik itu di salah satu paru-paru atau keduanya dikarenakan adanya infeksi. Penyakit Paru Paru Pada Anak

Penyakit Paru Paru Basah Dan Cara Mencegahnya
Di dalam paru-paru terdapat gelembung-gelembung yang berisi udara namun karena adanya infeksi ini maka gelembung tersebut menjadi bengkak dan terisi cairan. Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala batuk, demam, serta sesak napas. Penyakit lain yang memiliki gejala dan pengobatan sejenis diantaranya adalah pneumonia bilateral, pneumonia lobular, dan bronkopneumonia.
Paru-paru basah memang lebih banyak dialami oleh anak-anak di bawah usia 2 tahun
dan manusia lanjut usia terutama yang berusia di atas 65 tahun. Selain anak-anak dan manula, orang yang berisiko mengalami penyakit ini adalah orang yang memiliki gangguan kesehatan, sistem kekebalan tubuh rendah dan memiliki riwayat penyakit paru-paru serta orang yang merokok.

Penyebab Paru-Paru Basah

Paru-paru basah umumnya disebabkan oleh infeksi dari bakteri namun juga ada beberapa kasus yang disebabkan karena adanya virus. Virus dan bakteri penyebab penyakit paru-paru juga bisa menular dan jenis virus atau bakterinya berbeda-beda tergantung dari jenis lokasi penularannya. Namun infeksi ini juga bisa terjadi karena penularan yang diperoleh dari organ tubuh lainnya yang sudah masuk ke dalam paru-paru sehingga menimbulkan infeksi melalui aliran darah tapi virus dan bakteri yang masuk lebih sering berasal dari udara.
Berikut ini akan dijelaskan lebih detil mengenai penyakit paru-paru basah berdasarkan penyebabnya:

Paru-Paru Basah Akibat Bakteri

Bakteri yang umum menyebabkan paru-paru basah pada orang dewasa adalah jenis bakteri Streptococcus pneumonia yang lebih dikenal dengan nama lainnya yaitu Pneumococcal pneumonia. Ada juga beberapa jenis bakteri lainnya yang dapat mengakibatkan paru-paru basah namun tidak sering dijumpai seperti Staphylococcus aureus, Mycoplasma pneumoniae (bakteri ini lebih sering menyerang anak-anak dan remaja), dan Haemophilus influenzae. Penyakit Paru Paru Basah Menular

Paru-paru Basah Akibat Virus

Virus penyebab paru-paru basah umumnya diakibatkan oleh jenis Respiratory Syncytial Virus (RSV) atau bisa juga disebabkan oleh virus penyebab influenza A atau B dan biasanya jenis virus ini lebih banyak menyerang anak-anak atau bayi.

Paru-paru Basah Aspirasi

Paru-paru basah atau pneumonia aspirasi terjadi disebabkan karena objek luar selain bakteri dan virus seperti asap yang mengandung bahan kimia, zat berbahaya, kacang, dan lainnya yang dapat menyebabkan iritasi serta infeksi paru-paru.

Gejala

Gejala paru-paru basah dapat muncul kapan saja dan secara tiba-tiba dalam jangka waktu satu hingga dua hari atau lebih. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit paru-paru basah ini juga sama dengan gejala yang ditimbulkan oleh penyakit lain, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau bronkitis. Berikut ini gejala umum yang ditimbulkan paru-paru basah:

1. Batuk

Sebagian besar orang mungkin akan menyepelekan penyakit yang satu ini karena dianggap sebagai penyakit biasa dan musiman yang akan pergi dengan sendirinya. Memang benar jika penyakit batuk dianggap sebagai penyakit musiman yang terjadi jika musim hujan datang atau karena sering makan gorengan. Ternyata batuk merupakan salah satu tanda dari adanya penyakit paru-paru basah. Batuk yang tidak sembuh walaupun sudah diberikan segala macam obat merupakan salah satu tanda bahwa anda mengalami paru-paru basah. Batuk yang akan dialami biasanya berupa batuk kering baru kemudian menjadi batuk berdahak. Penyakit Paru Paru Basah Disebabkan Oleh

2. Muncul Keringat Dingin

Tanda lain sebagai gejala dari penerita paru-paru basah adalah munculnya keringat dingin terutama pada telapak tangan dan kaki. Gejala ini merupakan yang paling umum dirasakan oleh para penderitanya. Keringat dingin yang dialami oleh para penderita paru-paru basah bukan karena efek dari cuaca panas namun terjadi karena adanya ketidaklancaran oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, tubuh merespon dengan cara mengeluarkan keringat sebagai salah satu aksi protes. Jadi, jika anda merasakan keringat dingin yang terus menerus keluar dari telapak tangan dan kaki sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

3. Sakit Kepala

Paru-paru basah yang menyerang daerah paru-paru juga bisa berpengaruh pada organ lainnya salah satunya adalah kepala. Penderita paru-paru basah biasanya akan merasakan sakit kepala yang ringan. Hal ini dikarenakan kurangnya pasokan oksigen ke otak. Jadi, jika anda mengalami sakit kepala bukan berarti bagian kepala anda yang sakit namun bisa jadi ada organ lain yang bermasalah. Selalu waspada dengan keadaan ini.

4. Mudah Lelah

Lelah merupakan hal yang biasa terjadi saat tubuh melakukan aktivitas secara terus-menerus dan tidak kunjung berhenti apalagi jika melakukan aktivitas berat. Rasa lelah yang dirasakan akan menghilang ketika tubuh istirahat atau tidur serta bisa dilakukan dengan mengonsumsi berbagai suplemen. Namun tanda dari penyakit paru-paru basah bukan rasa lelah yang biasanya dirasakan melainkan para penderitanya akan merasakan lelah secara terus-menerus meskipun tidak melakukan kegiatan apapun. Rasa lelah yang berkelanjutan ini dikarenakan terjadinya penurunan pasokan oksigen di dalam seluruh tubuh sehingga tubuh menjadi terasa lelah.

5. Nafsu Makan Berkurang

Gejala lainnya yang dirasakan oleh penderita paru-paru basah adalah berkurangnya nafsu makan dan menurunnya berat badan secara tiba-tiba. Gejala yang satu ini biasanya tidak dirasakan atau disadari oleh penderita karena menganggap hanya sebagai siklus saja. Namun hal ini juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi di bagian paru-paru sehingga pencernaan dan nafsu makan pun bisa berkurang dengan drastis. Jika anda mengalami hal ini dan menderita penyakit paru-paru basah maka penyakit yang diderita sudah cukup parah. Jadi, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kepada dokter untuk menentukan pengobatan yang lebih baik.

6. Batuk Darah

Selain batuk berdahak dan batuk kering yang akan dialami oleh penderita paru-paru basah, batuk yang akan dialami juga biasanya bisa berupa darah. Hal ini sangat tidak baik dan mengindikasikan bahwa penyakit tersebut sudah cukup parah karena pembengkakan di dalam gelembung paru-paru sudah cukup parah dan pecah sehingga terjadi pendarahan di dalamnya. Batuk ini juga biasanya akan disertai dengan rasa sakit di bagian tenggorokan.

7. Sesak Napas

Gejala lain yang sangat identik dengan adanya masalah pada organ paru-paru adalah rasa sesak napas. Napas akan menjadi pendek-pendek dan menjadi terengah-engah meskipun sedang dalam istirahat. Hal ini terjadi karena adanya masalah di dalam paru-paru sebagai pemasok oksigen utama, yaitu berkurangnya supply oksigen sehingga mengakibatkan kesulitan bernapas. Penyakit Paru Paru Basah Menular Atau Tidak

8. Rasa Sakit di Bagian Dada

Seperti yang diketahui penyakit paru-paru basah terjadi karena adanya infeksi di bagian gelembung paru-paru yang disebabkan oleh virus maupun bakteri sehingga terjadi pembengkakan di dalamnya. Secara posisi di dalam tubuh, organ paru-paru ini tepat di dalam tulang dada maka ini akan mengakibatkan rasa sakit dan nyeri pada bagian dada apabila dipegang ataupun tidak.

9. Detak Jantung Cepat

Jantung dan paru-paru merupakan dua organ yang sangat erat hubungannya. Paru-paru mengambil dan mengeluarkan oksigen dari luar tubuh sedangkan jantung berfungsi untuk mengelola oksigen yang akan diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah. Oleh karena itu, jika terjadi gangguan paru-paru maka secara otomatis juga akan membuat kinerja jantung terganggu. Hal ini ditandai dengan detak jantung yang menjadi lebih cepat dibandingkan biasanya dan akan semakin parah jika penderita gejala paru-paru basah ini juga menderita tekanan darah tinggi.

10. Rasa Nyeri di Bagian Persendian

Selain bagian dada dan kepala yang akan terasa sakit dan nyeri, ada bagian tubuh lainnya yang ikut merasakannya yaitu bagian persendian. Bagian persendian ini akan terganggu karena pembuluh darah yang ada di dalamnya tidak bekerja maksimal. Sebagaimana telah diketahui bahwa pem